Sebelumnya saya juga sempat terkagum-kagum membaca artikel yang ada di blog “fakta”, yang giat memberi corengan kepada hizbiyyun. Tapi faktanya amat disayangkan sekali, blog ini kurang sopan santun dalam bertutur kata. Ada baiknya penulis melirik undang-undang yang dihasung oleh Pemerintah RI sebelum terjadi efek yang luar biasa di sini. Berikut tahdzir dari Al-Ustadz ‘Abdul Mu’thi Al-Maidany tentang blof “fakta” ini, ketika ada seorang bertanya di blognya: http://alhujjah.wordpress.com/buku-tamu/

(more…)

Sumber dari: http://indahnyaislam.co.nr/

Bismillah.

Untuk mempermudah menghafal hadist arba’in karya Imam Nawawi, cobalah dengarkan audio berikut.

Silahkan mendownload di salah satunya [akakom] - [al-ilmu] (more…)

Sebagai warga muslim tak ayal lagi kalau santet (sihir) itu nyata adanya. Namun bermain-main dengan itu apakah islam memberikan keringanan? Berikut kutipan artikel yang saya sadur dari: macam-macam syirik akbar di sini (klik). (more…)

Kemarin ada surat masuk ke e~mail saya dari al akh Abu Husam, mudah-mudahan dapat dipertimbangkan bagi ikhwan-ikhwan blogger salafy. Begini suratnya: (more…)

 Penulis : Al Ustadz Abu Abdillah Muhammad bin Abdillah Barmim

Jalan Menuju Yaman

Barang siapa yang ingin mencari tempat untuk menuntut ilmu agama dengan benar maka solusi yang tepat bagi mereka adalah Markaz-markaz ‘ilmiyyah Ahlussunnah wal Jama’ah di negara Yaman, kenapa demikian?. Jawabannya sungguh tidak berlebihan karena Nabi (Shalallahu ‘alaihi wa salam) bersabda :
1) عن أبي هريرةرضي الله عنه- عن النبي- صلى الله عليه وعلى آله وسلم- قال : “أتاكم أهل اليمن, هم أرق أفإدة, الإيمان يمان, والحكمة يمانية ,والفقه يمان “- متفقعليه-.

Dari Abi Hurairah (radiyallahu ‘anhu) dari Nabi (Shalallahu ‘alaihi wassallam) beliau bersabda : “Telah datang kepada kalian Ahlul Yaman, mereka orang yang lemah lembut hatinya, Iman itu di negara Yaman, dan hikmah di negara Yaman dan fiqih (ilmu) itu di negara Yaman,”. (Muttafaqun ‘alaih).

Berkata para Ulama’ tentang arti hadits di atas : (more…)

Penulis : Al Ustadz Abu Abdillah Muhammad bin Abdillah Barmim

Guru-guru Asy-Syaikh 

Asy-Syaikh telah belajar kepada beberapa orang Masyaikh, di berbagai sekolah, dan berbagai bidang keilmuan, dan dari sebagian guru-gurunya : 

Dari sekolah Syi’ah :
1) Abul Husain Majidud-Din Al-Mu’ayyidi, berkata Asy-Syaikh tentangnya : Dia orang yang paling pandai dari kalangan Syi’ah di Yaman, termasuk orang yang membawa madzhab Hadawi (pengikut Hadi-kuburannya diagungkan di kota Saadah), Asy-Syaikh banyak mengambil faidah darinya dalam ilmu Nahwu ketika di Najran.
2) Ismail Hathabah.
3) Muhammad ibn Al-Hasan Al-Mutamayyiz.
4) Qasim ibn Yahya Syuweil. (more…)

 Penulis : Al Ustadz Abu Abdillah Muhammad bin Abdillah Barmim

 

Dahulu Asy-Syaikh (Rahimahullah) memulai belajarnya di masjid-masjid Jami’ belajar membaca dan menulis, kemudian Asy-Syaikh memulai dengan belajar membaca Al-Qur’an akan tetapi hanya sekedar baca. Kalaupun ada tambahan pelajaran, beliau menghafalkan sebagian mutun (kitab-kitab yang belum dijabarkan) yang sering dipergunakan oleh madzhab-madzhab, lalu beliau membaca kitab-kitab sejarah, itupun sekedar membaca. Maka akhirnya beliau menyelesaikan jenjang belajar di tempat itu.  

Asy-Syaikh pada saat itu hidup sebagai seorang anak yatim yang sangat mencintai ilmu dan sangat membenci taqlid semenjak kecil. Selanjutnya beliau menyia-nyiakan usianya sekitar umur 20 atau 25 tahun, dengan tanpa belajar ilmu yang bermanfaat, karena tidak adanya yang memberikan bantuan, yang mengarahkan beliau untuk belajar. 

Selanjutnya, waktu terus bergulir, lantas belajarlah Asy-Syaikh ke masjid Jami’ Al-Hadi (di kota Saadah - tempat orang-orang Syi’ah), karena tidak adanya orang yang menolong untuk mengarahkan kepada Al Haq dan yang memberikan bantuan. Qadarallah, akhirnya beliau memiliki keinginan yang kuat untuk pergi ke negeri Haramain (Makkah dan Madinah) dan Najed (Saudi Arabia dibagi menjadi tiga wilayah/propinsi, propinsi Timur, Tengah (Najd) dan Barat. Najd sekarang mencakup wilayah ibu kota KSA, Riyadh dan sekitarnya), dari sinilah awal permulaan hidayah Allah Ta’ala turun.
(more…)

  Penulis : Al Ustadz Abu Abdillah Muhammad bin Abdillah Barmim

Tersebarnya dakwah Asy-Syaikh Muqbil

Jika kita melihat atsar (jejak) dari dakwahnya Asy-Syaikh, dan manusia banyak yang menerima dakwah beliau, dan tersebar luasnya dakwah beliau di segala penjuru dunia, membuat kita sangat terheran-heran sekali, bagaimana bisa Asy-Syaikh menyebarkan dakwahnya dengan kekuatan dan konsisten ? Bagaimana bisa dakwah ini methodenya bisa diterima di hati-hati manusia ? Padahal dakwahnya Asy-Syaikh dapat menarik hati para pemuda dari segala negeri, sampai-sampai negara kafir seperti Amerika dan Inggris.

Perkara yang sangat mengherankan, dahulu Asy-Syaikh tinggal di desanya yang sangat terpencil, desanya terletak (di lembah) diantara pegunungan jauh dari kota, dan Asy-Syaikh tidak memiliki alat telekomunikasi yang canggih, dan tidak memiliki media massa atau iklan-iklan, dan beliau tidak memiliki harta serta dunia yang dapat membawa manusia untuk mencintainya, dan beliau tidak memiliki pemancar televisi, dan tidak memliki prmancar radio dan tidak pula pompa bensin.

Sampai-sampai majalahpun yang terbit dari Markaznya (tidak ada), tidak ada buletin atau selebaran-selebaran dan tidak pula dari sesuatu yang berbau bisnis, semua yang diketahui oleh As-Syaikh adalah pelajaran-pelajaran ilmu yang bermanfaat, halaqah-halaqah dan mendidik para pemuda, dan yang diketahui oleh Asy-Syaikh adalah kitab-kitab Hadits dan kitab-kitab yang lainnya, dan dakwah yang independen.

Dan saya mempredikisi keberhasilan dakwahnya Asy-Syaikh Muqbil dapat menyatukan hati-hati manusia adalah karena kejujuran beliau dan karena keikhlasan beliau didalam berdakwah, bukanlah media-media yang berbau harta. Itu bukanlah segala-galanya, akan tetapi karena pertolongan Allah dan karena kehendak Allah itulah (kunci) keberhasilan.
(more…)

Disadur dari: tanya jawab al akh Abu Hanif dengan al akh Abu Aqil

Insya Allah para Syaikh tiba di Indonesia tanggal 24 Juli 2008 untuk mulai dauroh Astidzah di Masjid Mujahidin, Perum KCVRI, lingkungan Ma’had Al-Anshar Yogyakarta. Setelah itu, pada tanggal 2-4 Agustus dijadwalkan Dauroh Umum-nya…
Sumber: http://jadwal-kajian.co.nr/

Penulis : Al Ustadz Abu Abdillah Muhammad bin Abdillah Barmim

Apa yang aku lihat di Dammaj
(Surat dari Al-Akh Al-Fadhil Abi Sulaiman Al-Qatri Hafidzahullah) 

إنّ الحمدلله نحمده ونستعيته ونستغفره, ونعوذ بالله من شرر أنفسنا ومن سيئات أعمالنا, من يهده الله فهو المهتدي ومن يضلل له فلا هادي له , أشهاد أن لا إله إلا الله وحده لا شريك له, و أشهد أن محمدا عبده و رسوله.
{ يٌا أيهالذين آمنوا اتقوا الله حقّ تقاته , ولا تمتنّ إلا وأنتم مسلمون }, { يٌا أيها الناس اتقوا ربّكم الذي خلقكم من النفس واحدة وخلق منها زوجها وبثّ منهما رجالا ونسآء واتقوا الله الذي تسآءلون به والآرحم ,إنّ الله كان عليكم رقيباً}, { يٌا أيهالذين آمنوا اتقوا الله وقولوا قولا سديدا يصلح لكم أعمالكم ويغفرلكم ذنوبكم , ومن يطع الله ورسوله فقد فاز فوزا عظيماً}
أما بعد : 

Aku telah lama mendengar tentang dakwahnya Syaikh Muqbil bin Hadi Al-Wadi’i –Rahimahullah- di Negara Yaman, akan tetapi aku tidak memiliki gambaran lengkap tentangnya. Dan dahulu aku mengira bahwasanya semua yang dilakukan disana yakni Syaikh memberikan sebagian mata pelajaran, menulis sebagian kitab, dan di sekitar beliau sebagian murid-muridnya dan selesai perkara ?!. (more…)

Next Page »